Jumat, 07 Februari 2014

Makalah Ghibah dan Takabbur


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang
Imam Ibnul Qayyim berkata, "Akhlak yang tercela adalah bermula dari kesombongan dan rendah diri. Dari kesombongan muncul sikap bangga, sok tinggi, hebat, ujub, hasad, keras kepala, zhalim, gila pangkat, kedudukan dan jabatan, senang dipuji padahal tidak berbuat sesuatu dan sebagainya. Ibnul Qayyim juga mengatakan bahwa sebagaimana akhlak terpuji, akhlak tercela juga memiliki akar di mana satuan-satuannya dapat dikelompokkan. Jika akar perilaku manusia ada dalam pikiran dan jiwanya, maka akar penyakit akhlak juga akan selalu ada disana. Salah satu akhlak tercela (mazmumah) yang merupakan penyakit hati yaitu ghibah dan takabbur.
Dalam makalah ini pemakalah mencoba memaparkan pentingnya menjaga lidah dari bahaya membicarakan orang lain baik sepengetahuannya atau pun tidak diketahui olehnya, dan menjelaskan pentingnya menjaga hati dari sikap takabbur. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

B.     Permasalahan

Ada beberapa hal yang akan menjadi kajian dalam tulisan ini, antara lain:
-          Pengertian ghibah dan takabbur
-          Landasan Al-Qur’an dan Hadits mengenai ghibah dan takabbur
-          Contoh perilaku ghibah dan takabbur
-          Akibat perbuatan ghibah dan takabbur
-          Cara menghindari ghibah dan takabbur

C.    Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
-          Memenuhi tugas mata kuliah Akhlaq
-          Mengetahui akhlaq mazmumah yaitu ghibah dan takabbur
-          Mengetahui dampak ghibah dan takabbur

Kamis, 02 Januari 2014

Tentang RahasiaNya

Beribu kau temui pribadi yang beragam
Dari biasa sampai mampu membuatmu terpesona
Perangai anggun nan sahaja menjadi pemikat hatimu
Serasa bergetar kala nama itu kau dengar

Seketika sesuatu tak berwujud berbisik padamu, “inikah jodohku?”
Dan anganpun mulai merasuk perlahan
Membentuk satu kata yang kau sebut “harapan”
Berbagai kebetulan kau rangkai seakan dianggap sebagai sebuah petunjuk

Tanpa kau libatkan Dia, semua itu mustahil
Meski kau kukuh pertahankan pendapatmu, berlari menjauh, dan tak menoleh kearahnya
Jika Dia berkata “ini untukmu”, tak akan sanggup kau menolak

Itulah rahasia, benar-benar misterius
Bahkan tak mampu untuk kau intip bagaimana rupanya
Sungguh tiada daya untuk yang satu ini
Meski telah terpatri keyakinan dalam qalbu
Kau tak berhak mengambil HakNya

Terimalah sebagai tanda cinta dariNya
Meski berbentuk air mata, suka, goresan kelam, ataupun senyuman
Rendahkanlah dirimu dihadapanNya
Karena yang Dia beri, adalah terbaik dari yang baik

Dia, sang Pemilik rahasia itu, Allah…
Jangan pernah kau ambil hakNya, sekali-kali jangan
Tiada apapun untuk melampaui ketentuanNya
Serahkanlah seluruh sendi kehidupanmu pada KuasaNya
Maka akan kau dapat sebuah rahasia yang amat indah, in syaa' Allah

Minggu, 06 Oktober 2013

Lelaki Senja

Pesona jingga memantulkan siluet wajahmu
Seiring mentari pulang ke peraduan
Rupamu begitu samar, sesamar bias matamu
Tak ada warna, hanya jingga dan hitam
Duhai lelaki senja,
Apakah ini hanya ilusi?
Aku mendamba pertemuan sekali lagi
Menyemburatkan senyummu dalam semilir angin
Menjejak langkahmu di tiap sayap burung menuju sarangnya
Duhai lelaki senja,
Walau malam ingin merampas keindahanmu
dan engkau terbenam di ufuk barat
Aku hanya oase yang merindu
Bayangmu dalam kilasan oranye
Untukmu Lelaki senja,
Nyalamu tetap terpendar tajam
Dalam sujudku dikala senja menyapa
Menguntai harap pada Sang Pencipta senja
Agar lelaki senjaku, tetap pada titahMu

*langitsenja-6 Okt 2013

Selasa, 01 Oktober 2013

Jalani Saja

Tak cukup dengan ukiran asa di langit
Seakan itu mampu menghiasi detakan kalbu
Atau mengisi setiap waktu terlewat
Menjadi memoar ulasan yang padu

Berdiri menatap langit malam
Menyulam indahnya pancaran langit nan cerah
Walau sekeliling gulita, ku pikir semua diam
Jalani saja, walau ukirannya telah punah

Minggu, 18 Agustus 2013

Berserah Diri

Saat engkau benar-benar berada pada kepasrahan total kepada Robbmu, menyerahkan seluruh urusan-urusanmu padaNya, maka saat itulah semua yang terjadi padamu adalah skenario terbaik untukmu..

Mungkin kalimat itu terkesan mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk benar-benar diamalkan. Mengapa? Terkadang, engkau sebagai manusia merasa bahwa hidupmu, engkaulah yang mengatur. Memang itu tidak sepenuhnya salah, engkau memiliki hak dan keharusan untuk merencanakan dan merubah nasib kita sendiri. Engkau juga terkadang menganggap harta yang dimiliki saat ini, atau orang-orang yang berada disekelilingmu saat ini begitu berharga sehingga kita merasa telah memilikinya. Sehingga ketika semua itu hilang darimu, maka kedukaan mendalam pasti terjadi padamu. Paling tidak engkau mengeluh atas duka yang engkau rasakan. Bukankah itu berarti kau belum benar-benar menyerahkan seluruh hidupmu padaNya?

Berserah bukan berarti kau kongkow-kongkow saja untuk menjalani hidupmu, tak berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan. Tetapi selalu perbuat yang terbaik yang engkau bisa, untuk dirimu, untuk oranglain, untuk siapapun. Namun ketika yang terjadi justru hal yang tidak engkau inginkan, atau saat engkau diuji dengan hal yang tidak engkau sukai dan tidak engkau harapkan. Saat ketika engkau sudah merasa melakukan semaksimal mungkin, tapi nyatanya yang muncul adalah kecewa, maka saat itulah kau berusaha untuk berserah diri pada Tuhanmu. Tidak mudah memang. . .

Tak usah berkecil hati, kawan.. Hidup ini adalah sebuah proses, proses akan berhenti disaat kita mati. Memasrahkan semua pada Tuhan adalah proses yang terus berjalan seiring banyak hal yang akan kau alami dalam hidup ini. Entah itu kebahagiaan, ataupun kesedihan, belajarlah untuk berserah diri padaNya. Ingatlah satu hal, bahwa Dia yang sepenuhnya mengatur hidupmu, menulis jalan ceritanya untuk tiap hambaNya. Takdir baik dan buruk sudah tertulis untuk engkau, jauh sebelum engkau terlahir di dunia ini. Cukup ikuti alur ceritanya dengan sebaik- baiknya, berusaha memainkan peran dengan penuh kesungguhan. Ketika ditengah-tengah perjalanan hidupmu, kau mendapatkan kekecewaan atas hasil akhirnya, maka BERSERAHlah padaNya.

Yakinlah bahwa, "Apa yang terbaik menurutmu, belum tentu terbaik menurutNya, namun apa yang terbaik menurutNya, PASTI itu juga yang terbaik untukmu."

BERTAWAKKAL.. SABAR.. dan IKHLAS ^^

*langitsenja

Sabtu, 17 Agustus 2013

Saat Cinta Menuntut untuk Diam

Saat cinta menuntut untuk diam
Saat rasa memaksa untuk tak bicara
Dari sinilah belajar arti memahami
Bahwa cinta tak sepenuhnya soal kata

Memang ada tanda tanya yang bergelayut
atau ribuan kalimat yang ingin terlontar
Namun saat cinta menuntut untuk diam
Kau bisa mengeja tiap makna yang tak terlisankan

Sebelum kau tahu hakikat cinta
Ia hanya benda berbentuk perasaan
Mampu mengubah mendung menjadi cerah
Menggantikan terang benderang menjadi gulita

Saat cinta menuntut untuk diam
Bukan berarti tak ada pesona
Ia tetaplah sebuah cinta
Yang tak hanya sebatas kata


*langitsenja

Rabu, 14 Agustus 2013

Cinta Hanya Rasa

Cinta kadang memiliki dimensi yang terbatas pada rasa saja. Kebutuhannya sampai disitu.


Ia tak perlu berwujud, baru kita cinta
Ia tak harus bisa kita sentuh. . .
Ia tak perlu tertangkap mata. . .
Ia tak perlu terdengar suara. . .
Ia tak perlu balasan nyata. . . Baru kita mencintainya

Cinta kepada apapun,, atau siapapun

ALLOH, yang belum dapat kita lihat secara kasat mata, Dia yang tidak bisa kita sentuh "raga"nya, Dia yang "berbicara" dengan kita tidak melalui suara yang tertangkap oleh telinga kita. Lantas, apakah kita menjadi tidak mencintaiNya hanya karena Dia tak nyata???
Atau apakah kita tidak lagi mencintai RosulNya, hanya karena mereka sudah tiada??

Cinta kadang memiliki dimensi yang hanya terbatas pada RASA. Rasa tersebut adanya di HATI. Maka tanamkanlah rasa cinta kepada Alloh dan RosulNya, orang tua, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita sayangi di dalam hati kita. Meskipun beberapa dari mereka tak dapat kita rengkuh secara nyata.

-langitsenja

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template