saat semua bicara lain
tertunduk diri ini dalam kekecewaan
senyum yang berat
tawa yang tak bermakna
apa arti semua itu?
bagaikan sambaran petir di siang hari
kala jiwa memilih
cinta atau cerita
keseriusan yang terbata
ketika separuh hati telah menaruh harap
Minggu, 03 Januari 2010
Selasa, 08 Desember 2009
Do'a Cinta
Ya Robb..Wahai Engkau Sang Pemberi Rasa Cinta
Robb...Jangan biarkan air mata mengalir kembali
Jangan buka lubang hati ini lagi
Bingkailah cinta ini atas nama Engkau
Satukan hati-hati ini pada kecintaan padaMu
Label:
pengharapan
Minggu, 29 November 2009
hanya Dia
disaat diri ini sedang asik dan menikmati dunia dakwah,ada saja yang membuat diri ini sedikit menjauh darinya
disaat diri ini merasa dibutuhkan,disaat itulah diri ini terasingkan
disaat diri ini merasa terasingkan,mereka tak menganggap apa-apa
disaat diri ini benar-benar menyatu dengan mereka,disaat itu mereka membuat diri ini terpisah jauh
disaat diri ini ingin mendekat, namun saat itulah perkataan mereka membuat diri ini enggan untuk mendekat
disaat diri ini sedang butuh nasehat,namun mengapa goresan yang mereka berikan?
disaat diri ini ingin mengurai senyum,disaat itu pula senyum itu tertahan
disaat diri ini sedang berjalan perlahan menuju kebenaran,namun saat itulah dituntut untuk berlari kencang dan langsung capai finish
disaat diri ini butuh rengkuhan hangat,namun justru panas yang terasa
disaat diri ini ingin genggaman tangan sahabat,namun perlahan genggaman itu terlepas
disaat diri ini ingin berbagi kebahagiaan,namun tak satupun orang yang bisa diajak untuk berbagi
disaat diri ini ingin menanyakan berbagai hal,namun mereka membuat diri ini enggan untuk berkata apapun
memang benar..tak ada yang sempurna kecuali Alloh,Robb semesta alam..
Dia yang mencukupi segala kebutuhan hambaNya..mengerti isi hati hambaNya..tahu akan yang terbaik untuk hambaNya..
disaat diri ini merasa dibutuhkan,disaat itulah diri ini terasingkan
disaat diri ini merasa terasingkan,mereka tak menganggap apa-apa
disaat diri ini benar-benar menyatu dengan mereka,disaat itu mereka membuat diri ini terpisah jauh
disaat diri ini ingin mendekat, namun saat itulah perkataan mereka membuat diri ini enggan untuk mendekat
disaat diri ini sedang butuh nasehat,namun mengapa goresan yang mereka berikan?
disaat diri ini ingin mengurai senyum,disaat itu pula senyum itu tertahan
disaat diri ini sedang berjalan perlahan menuju kebenaran,namun saat itulah dituntut untuk berlari kencang dan langsung capai finish
disaat diri ini butuh rengkuhan hangat,namun justru panas yang terasa
disaat diri ini ingin genggaman tangan sahabat,namun perlahan genggaman itu terlepas
disaat diri ini ingin berbagi kebahagiaan,namun tak satupun orang yang bisa diajak untuk berbagi
disaat diri ini ingin menanyakan berbagai hal,namun mereka membuat diri ini enggan untuk berkata apapun
memang benar..tak ada yang sempurna kecuali Alloh,Robb semesta alam..
Dia yang mencukupi segala kebutuhan hambaNya..mengerti isi hati hambaNya..tahu akan yang terbaik untuk hambaNya..
*langitsenja
Label:
renungan
Minggu, 08 November 2009
sosok penyejuk
Ketulusan terpancar
Terpancang sebuah tekad
Sosok nan bersahaja
Menghampiri jiwa yang galau
Cukup meramaikan percakapan hati
Sanggup menerangi kala gelap
Mengendalikan kemudi emosi
Meredamnya dengan kesederhanaan
Tak ada keluhan terpental
Selalu tawadhu' yang menghiasi
Tertanda sosok kuat
Sungguh Allah Maha Kuasa
Terpancang sebuah tekad
Sosok nan bersahaja
Menghampiri jiwa yang galau
Cukup meramaikan percakapan hati
Sanggup menerangi kala gelap
Mengendalikan kemudi emosi
Meredamnya dengan kesederhanaan
Tak ada keluhan terpental
Selalu tawadhu' yang menghiasi
Tertanda sosok kuat
Sungguh Allah Maha Kuasa
Label:
Tulisan sederhana
Rabu, 04 November 2009
Dia dan Dia
dia pinta kepercayaan
dia pinta kejujuran
dia takut kehilangan
dia tak ingin dihilangkan
hatinya terluka
matanya berurai tangis
air mata menganak sungai dipipinya
dia menghapus dengan kelembutannya
dia mengurai senyum
diapun melontarkan senyumnya
dia mulai goyah
dia yang memberi semangat
saat dia kelabu
dia mencoba memberi warna lain
saat kekecewaan melandanya
dia berusaha menata lagi
dia mulai berubah
dia coba pertahankan
saat semangatnya surut
dia bertekad menjadikan pasang lagi
dia terluka
dia lalu segera membalutnya
saat gejolak emosinya berkobar
dia mencoba meredakan
saat hempasan badai datang
dia selalu melindunginya
saat tak ada senyum tersungging
dia berusaha memancing senyumnya
dia...dan dia...
bagai nada-nada yang membentuk harmoni
bagai kumpulan bunga-bunga cantik
terrangkai menjadi karangan nan indah
mengecap sebuah asa
meraihnya dengan ketaatan padaNya
dia pinta kejujuran
dia takut kehilangan
dia tak ingin dihilangkan
hatinya terluka
matanya berurai tangis
air mata menganak sungai dipipinya
dia menghapus dengan kelembutannya
dia mengurai senyum
diapun melontarkan senyumnya
dia mulai goyah
dia yang memberi semangat
saat dia kelabu
dia mencoba memberi warna lain
saat kekecewaan melandanya
dia berusaha menata lagi
dia mulai berubah
dia coba pertahankan
saat semangatnya surut
dia bertekad menjadikan pasang lagi
dia terluka
dia lalu segera membalutnya
saat gejolak emosinya berkobar
dia mencoba meredakan
saat hempasan badai datang
dia selalu melindunginya
saat tak ada senyum tersungging
dia berusaha memancing senyumnya
dia...dan dia...
bagai nada-nada yang membentuk harmoni
bagai kumpulan bunga-bunga cantik
terrangkai menjadi karangan nan indah
mengecap sebuah asa
meraihnya dengan ketaatan padaNya
Label:
Tulisan sederhana
Selasa, 03 November 2009
. . . . .
Gersangnya suasana hati
Tak ada embun yang menyejukkan
Melebur
Terpendam menjadi gejolak emosi
Detak jantung serata berhenti sesaat
Kelunya bibir tak mampu mengembalikan semua
Terpendar cahaya mentari
Membakar ganas lembutnya sisi hati
Wahai Robb yang membolak-balikkan hati
Cairkan kebekuan ini
Robuhkan parit penghalangnya
Patahkan kesombongan diri ini
Ku mohon selalu petunjukMu
TanpaMu, ku selalu tersesat
Tak tahu jalan kembali
Kecuali dengan cahaya petunjukMu
Label:
Tulisan sederhana
Minggu, 01 November 2009
sentilan yang bermakna
Ternilai lewat kata-kata
Tercermin dari dunianya
Tersabut kabut hitam
Yang mencoba perkeruh pandangan
Namun cukup ada jiwa besar
Ketangguhan mampu menahan penghalang
Sempat ada sesal
Dan merengkuh penyesalan
Sempat dianggap orang asing
Ada rasa segan menyelimuti
Hadir di langit persahabatan
Yang kala itu dipenuhi kabut
Kerasnya halilintar memekakkan telinga
Menyayat jiwa
Menggores kayu yang telah lapuk
Melebarkan ruang aliran air mata
Namun karena sentuhanNya
Dan kokohnya kesabaran
Semua kembali terikat
Perlahan tapi pasti
Hanya mengenali rintangan
Mencoba kembali hiasi langit
Dengan kerlipan bintang
Dan cahaya cinta kepada Sang Pemilik Cinta
Tercermin dari dunianya
Tersabut kabut hitam
Yang mencoba perkeruh pandangan
Namun cukup ada jiwa besar
Ketangguhan mampu menahan penghalang
Sempat ada sesal
Dan merengkuh penyesalan
Sempat dianggap orang asing
Ada rasa segan menyelimuti
Hadir di langit persahabatan
Yang kala itu dipenuhi kabut
Kerasnya halilintar memekakkan telinga
Menyayat jiwa
Menggores kayu yang telah lapuk
Melebarkan ruang aliran air mata
Namun karena sentuhanNya
Dan kokohnya kesabaran
Semua kembali terikat
Perlahan tapi pasti
Hanya mengenali rintangan
Mencoba kembali hiasi langit
Dengan kerlipan bintang
Dan cahaya cinta kepada Sang Pemilik Cinta
30 Oktober 2009
Label:
Tulisan sederhana
Langganan:
Postingan (Atom)
